Pose di Poncan

Masih segar di ingatan masa2 muda dulu, bareng Botak_Lu (Barisan Orang Tak Kenal Malu, red) pergi liburan abis ujian semester ke Sibolga. Tepatnya Juni 2007, aku dan BL pergi dengan menumpang minibus L-300 SBI yang berangkat dari Medan ke Sibolga dengan jarak tempuh 8 jam. Kita mutusin untuk berangkat jam 10 pagi dari Medan dan sampai sekitar pukul 20.00 WIB di Sibolga. Di jalan kita lumayan sering berhenti untuk beli jajanan, buang air atau sekadar foto-foto karena memang minibus yang berpenumpang 8 orang plus 1 supir ini penuh dengan member BL semua. Selintas seperti kami carter (sewa,red) mobil ini khusus untuk kami2 aja. Padahal kami hanya bayar Rp.80.000,- per orang untuk ongkos dari Medan ke Sibolga. Gitu sampai di Sibolga, aku dan BL nginep di rumah salah satu member BL yang punya nick name X-Teen alias titin. Dapat full service dah disana ama emaknya, mulai dari tempat buat tidur, makan sampai urusan transportasi kami selama liburan.

Boarding and heading to Poncan Island

Liburan singkat ini, gak aku sia-siakan begitu aja. Besok paginya aku dan BL langsung cuss (bergerak,red) ke Pulau Poncan. This place was being recommended by people who had ever visited Sibolga before. Dengan menumpang becak motor ala Sibolga, aku dan BL nyampe di Tangkahan, tempat kapal-kapal di Sibolga berlabuh. Beruntungnya, emak si Titin sewa kapal untuk kami, yang harganya itu Rp.500.000,- including minyak dan orang kapal yang bakal nemani kita tour disana. Kalau mau ke Poncan gak mau sampai sewa kapal, ada alternatif lain dengan menumpang boat penumpang dari belakang Hotel Wisata Indonesia Sibolga dan cukup merogoh kocek Rp.60.000,-  untuk ongkos PP Sibolga-Poncan. Jarak tempuh dari Sibolga ke Pulau Poncan sekitar 45 menit. Selama di kapal, aku bisa nikmati suasana wisata Bahari Sibolga yang buat aku sadar bahwa potensi wisata alam mereka cukup potensial untuk dikembangkan.

Goik on board

Sampai di Poncan aku langsung lari dengan kawan2 mengitari bibir pantai pasir putih ini. Kebetulan aku pergi kesana hari Rabu, jadi sama sekali gak ada orang lain selain kami yang ada di Pulau itu untuk liburan. Alhasil, aku seperti punya pulau sendiri dan bebas teriak-teriak, ketawa-ketawa, lari-lari dengan BL. Senang luar biasa bisa nikmati suasana pantai yang masih bersih, langit biru, deru ombak dan hembusan angin sepoi-sepoi dari Pohon kelapa yang banyak tumbuh di pesisir pantai di pulau ini. Untuk yang mutusin pengen nginep di Pulau ini cukup tahan selera dulu ya, karena resort masih belum banyak yang dibangun. Malah menurut info terbaru dari X-teen yang sekarang uda jadi Ibu PNS kota Sibolga, resort disana juga masih dalam renovasi.

Neo autis, sibuk main pasir

Lempar anggi yang ngejekin aku terus

Mana Anggi, mana kepiting neh?

Ini lutut sapa ya dihinggapi Bintang laut?

Walking trough the shore

Selepas menikmati atmosfer pantai, aku dan BL diajakin untuk ngembalikan kenormalan kulit kami yang uda habis terbakar paparan sinar matahari yang lumayan sangat terik dan asinnya air laut ke sebuah sungai yang bernama Pandaratan dengan waktu tempuh 15-20 menit dari Poncan masih dengan kapal boat tersebut. Untuk ke Pandaratan jika melalui darat, rutenya menurut si X-teen lumayan ekstrim, so we better played safe aja deh.

Jalan kaki menuju sungai

Neo bagaikan bidadari yang mandi kehilangan selendangnya :)

Foto bareng Bang PS

Disana aku dan BL disuguhi atmosfer yang lain lagi. Setelah turun dari boat, kami masih harus berjalan kaki selama 5-10 menit untuk bisa ke sungai ini.  Suasananya sejuk, banyak pepohonan rindang, air sungai juga jernih dan ada air terjun mini yang bisa kita panjat di Pandaratan ini.  Aku juga lihat ada pengrajin kayu untuk aksesoris loh sewaktu aku baru turun dari kapal di sekitaran pinggir laut.

Sesaat setelah mendarat

Seksi kale abang2 ini

Petualangan hari kedua dimulai, hari itu rute perjalanan aku dan BL adalah Pantai Kalangan-Carita- Sungai Sibuluan. Untuk 2 tempat ini, gak begitu spesial karena selain pantainya yang biasa-biasa aja juga kebersihan dan perawatan yang kurang memadai. Di Pantai kalangan biasa untuk tempat bermain keluarga karena disediakan arena permainan sederhana seperti sepasanga ayunan.

Masa kecil suram neh BL

Sementara di Pantai Carita juga tidak banyak hal menarik bisa dilihat, hanya disana sudah ada hotel dan penginapan yang lumayan bagus. Jarak tempuh Kalangan_carita hanya 10 menit.

We are Botak_Lu

Seperti hari sebelumnya, sehabis main di pantai, kami netralin kulit ke Sungai. Tujuan kita ke Sungai Sibuluan yang merupakan sumber PLTA di wilayah Tapteng. FYI (For Your Information, red), Pantai Kalangan dan Sungai Sibuluan ini bukan di daerah Sibolga lagi, melainkan udah masuk ke wilayah Tapanuli Tengah. Deskripsi singkat tentang sungai Sibuluan berupa arus air sungai yang tidak begitu deras, bebatuan sungai  yang besar dan air yang sangat dingin dan jernih. Aku dan BL sangat menikmati suasana hujan-hujanan di sungai ini, masih dengan keadaan sepi pengunjung karena kami datang di hari biasa. Dan tiba-tiba peringatan dari PLTA berbunyi dan menyuruh siapapun yang ada di sungai untuk keluar, gak tau juga alasannya kenapa, tapi aku langsung buru-buru ngacir, takut sungainya dialiri listrik pulak nanti. Hahahahaha….

Asik bener neh posenya

Sebelum pulang ke Medan, kami juga sempatkan untuk foto di kuburan Cina di kota Sibolga yang letaknya pas di daerah atas rumah opungnya Meta. Gak sia-sia deh liburan 3 hari kita habiskan di Kota Sibolga ini. Selain dapat fasilitas gratisan dari sponsor kita si X-teen, objek wisatanya juga bisa dapat acungan jempol deh..Untuk nilai, mungkin bisa dapat 7 dari skala 10 

Serasa liburan ke Beijing

This was my amazing trip ever with my fellas. We had fun, laughed loudly and was doing crazy things there. Don’t know when we will get together again . Oh, hampir lupa, sanking senangnya cerita masa lalu. Tulisan ini selain aku dedikasiin buat para member BL.Corp, juga untuk diikutsertakan untuk kontes Blog oleh Blogger Sumut http://bloggersumut.net/agenda-bloggersumut/kontes-sumatera-utara-ini .  Hope this article will win Blogger Sumut writing competition or maybe become one of articles for Blogger Sumut book project. Who knows..hehehehe..Be Possiblist.

About Rottee

Love to laugh, like to learn, hate to be alone

5 Responses »

  1. [...] Rotua Nuraini Tampubolon – BL Trip to Sibolga [...]

  2. Rifal says:

    Belum sempet baca sampe abis tapi udah tertarik banget lihat tulisannya, ayo kenalkan sumatera dengan artikel seperti ini.. :)

  3. ternyata bakat merajut kata tersebut mengalir turun-temurun. tidak hanya bang Sakti, si Roro juga dapat menyihir pembaca denga gaya bahasa yang akrab. hehehe.

  4. hahahaha>>>> bg ananta nih la ya… aq jd grogi bang wkwkwkwk…. CU bg ananta, n Rotua, keep writing my mbak sis :) .

  5. hihihi…. ketinggalan comment mbak sis…. :) . org yg sama, but……. another dommm… yang aq ingin katakan hanyalah kecemburuan (+ thinking). Gak pernah q dapat n rasakan kekompakan, kehangatan, keakraban seperti itu sis. Arti Cinta….. Smoga persahabatan kalian tetap terjaga, n viva forever. 100 kisses n love for BL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s